Game Kyu

Posted: April 1, 2011 in Teenager
Tags: ,

Author : Tiffany Elfuty Armstrong a.k.a Kang Myung Dae
Title : Game Kyu
Category : PG-15, Teenager, One Shoot
Genre : Romantic
Cast :
Yang Ji Ah as You
Cho Kyu Hyun Super Junior as Kyu Hyun
Other cast:
Jung Tae Hun as Tae Hun (tokoh fiktif)

*************************************************************************************
Hubungan seperti ini tidak patut disebut dengan ‘pacaran’. Dimatanya aku hanya dianggap teman sekolah. Sedangkan game yang selalu dimainkannya adalah pacar baginya. Ia jarang menemuiku. Sedangkan untuk gamenya, dia bisa menggunakan segala cara untuk bertemu, entah itu lewat PSP, hape, Nintendo, PS, PC, Laptop, dan barang elektronik lainnya. Dasar Game Kyu pabo!
“Chagi..” aku memanggil nya dengan suara lembut.
“Tak tik tak” berharap ia akan meladeni ku, yang ada hanya terdengar suara-suara tombol-tombol keyboard laptop yang menjawab.
“Chagi!” panggilku agak keras.
“Tak tik tak!” sekali lagi, hanya bunyi-bunyi itu yang menjawab.
“Game Kyu!” panggilku dengan nada benar-benar keras. Huh, menyebalkan sekali. Sampai bosan aku memanggilnya ‘chagi’.
“Hmm, kenapa?” Tanya Kyu Hyun santai. Huh, aku capek-capek meneriakinya, dia Cuma bertanya santai seperti itu?
“Huh! Aku pulang saja deh.” Aku bangkit dari sofa.
“Eh, tunggu!” Kyu Hyun menahan tanganku.
“Lepaskan!” ketusku.
“Iya, deh. Kamu mau nonton apa?”
“gak jadi. Aku ngantuk!”
“jangan dulu dong, kitakan baru sampai.” Kyu Hyun ikut bangkit. Ia menarik tanganku untuk mengajakku duduk lagi di sofa. Dengan terpaksa aku duduk lagi di sofa ini.
Sekarang aku ada dirumahnya. Sepulang sekolah tadi ia mengajakku nonton DVD film horror yang baru saja dia beli katanya. Bukannya nonton film horror, yang ada, aku harus melototinya dengan kesal yang asik memainkan game. Huh! Apa-apaan ini!?
“kamu mau minum apa?” Tanya Kyu Hyun. Baru sekarang ia menanyakan hal itu. Hal mengenai menjamu tamu.
“apa aja yang ada deh.” Jawabku masih agak kesal.
“oke.”
Kyu Hyun kembali dengan segelas sirup dan sebuah cup cake di piring.
“mian, aku hanya punya ini dikulkas.” Ujarnya.
“gwaenchanayo.” Jawabku. Aku asik menikmati sajian yang diberikan Kyu Hyun sementara ia sedang sibuk mencari-cari sesuatu.
Ia memutar film horror tersebut . Kyu Hyun duduk disampingku.
“Mwaaaa!!” aku berteriak kaget melihat hantu yang tiba-tiba muncul. Jantungku terasa melompat-lompat. Aku tak menyangka tiba-tiba akan muncul hantu padahal sebelumnya ceritanya biasa-biasanya.
Tiba-tiba Kyu Hyun memegang tanganku. Deg! Seperti aliran listrik yang masuk kedalam tubuhku. Aku menatapnya. Dia tersenyum padaku. Pipiku memerah. Segera ku alihkan pandanganku lagi ke tv. Menonton DVD hantu tadi.
“Khu Hyun?” panggilku. Aku bingung. Dari tadi kami menonton DVD ini, tapi aku merasa ada yang aneh dengan Kyu Hyun. Aku merasa ia tidak bergerak sama sekali.
“Kyu Hyun?” panggilku lagi. Ia menatapku.
“ada apa?” tanyanya.
“tidak.. sepertinya..” ucapanku terhenti. Satu hal yang mencurigakan dari Kyu Hyun. Tangan sebelahnya seperti menyembunyikan sesuatu. Aku menarik tangan sebelahnya.
“mau apa, kamu?” Tanya Kyu Hyun.
Aku menemukan sebuah PSP di tangannya itu. Huh! Kenapa ini lagi!? Bagaimana ia bisa bermain PSP dengan satu tangan?? Bagaimana ia bisa memegangnya dengan mudah dengan satu tangan??
“Huh!” aku melemparkan PSP nya itu kesofa dan bangkit berdiri. Aku mau pulang. Aku merasa ini tidak ada gunanya.
“Ji Ah!” panggil Kyu Hyun. Aku tak peduli. Keluar dari rumahnya.
“ Yang Ji Ah!” suara Kyu Hyun masih terdengar. Aku berlari keluar secepatnya berharap ia tidak mengejar. Aku terhenti karena capek berlari. Kupandangi belakang tidak ada Kyu Hyun. Tentu saja, mana mungkin dia mau mengejarku. Orang seperti dia akan mengejar PSP nya. Bahkan mungkin baginya nyawaku tidak penting di banding PSP atau laptopnya itu. Mungkin ia rela aku mati di bandingkan benda-benda kesayangannya itu hilang. Huh, Game Kyu sialan itu!!!??
***
“Tae Hun-i.. tanganku sakit…” ujarku manja.
“oh.. biarkan aku memijat tanganmu.”
“terima kasih..”
“memangnya kenapa tanganmu sampai sakit?”
“kemarin tanganku digenggam begitu kuat…”
“siapa yang melakukannya?”
“ah, hanya teman ku.”
“oh.. bagaimana? Sudah baikan?”
“sudah, chagi.. gomawoyo..”
Aku sedang ada di kantin bersama temanku Tae Hun. Hari ini ku putuskan akan membuat Kyu Hyun sadar akan pentingnya diriku. Aku tak akan menemui dirinya lagi, aku tak akan menyapa dia lagi, aku tak akan tersenyum padanya lagi, aku tak akan membantunya lagi, tapi itu semua hanya sampai ia melupakan mainan bodohnya itu dan kembali padaku. Hari ini, hari pertama kujalankan rencanaku. Aku menyewa Jung Tae Hun teman laki-laki yang ku kenal dari kelas lain untuk pura-pura menjadi pacar baruku. Dia sedang makan di meja yang tidak jauh dari tempat kami. Aku sengaja datang untuk menggodanya padahal aku ini malas sekali untuk ke kantin. Dulu, meskipun di ajak Kyu Hyun ke kantin, aku menolak, karena aku tahu, kantin selalu ramai, aku benci keadaan terlalu ramai seperti ini. Tapi, karena ini ada tujuan lain, aku rela asalkan bisa menyadarkan Kyu Hyun.
Seminggu lebih berlalu. Aku tetap menjalankan rencanaku sampai ia datang padaku, bersujud padaku, memohon padaku, memintaku kembali padanya. Huh, akan ku pastikan ia berbuat seperti itu!
“Ji Ah, apa aku bisa meminjam buku Bahasa Jepang mu? Tadi pagi Maag ku kambuh lagi jadi aku tak ikut pelajaran.” Kyu Hyun mendatangiku.
“Oh, maaf. Bukuku juga tadi ketinggalan. Jadi aku hanya mencatatnya di otakku.” Jawabku bohong dengan tampang cuek.
“ohh.. ya sudah.” Kyu Hyun pergi. Ia mendatangi temannya yang lain.
Maafkan aku Kyu Hyun. Aku tak bermaksud seperti ini sebenarnya. Ini hanya untuk rencana agar kamu sadar dan mau kembali padaku. Aku tahu kamu sering terserang maag, dan orang pertama yang akan kamu mintai adalah aku dan hanya aku. Dan aku tahu, ini pertama kalinya aku menolak meminjamkan. Maka dari itu, cepatlah mengerti supaya aku bisa meminjamkan bukuku padamu lagi.
“Tae Huni.. kerah baju mu kok tidak teratur begitu? Ku rapikan ya..” aku tengah bermanja-manjaan dengan Tae Hun.
“tentu saja, chagi..”
Aku berusaha agar tampak begitu mesra bersama Tae Hun. Agar Kyu Hyun bisa naik darah karena cemburu. Aku tengah berada dikelasku sekarang. Sekarang sedang jam istirahat dan aku mengundang Tae Hun kekelasku. Untuk membuat Kyu Hyun semakin kesal. Tiba-tiba Kyu Hyun beranjak dari tempat duduknya, keluar kelas. Kurasa, rencana ku mulai berhasil
Esok harinya ketika sedang menuju kantin untuk menemui Tae Hun, tiba-tiba aku dibawa, ditarik dengan kasar ke belakang sekolah oleh Kyu Hyun. Ia tampak begitu kesal. Haha, akhirnya ia akan minta maaf juga.
“ada apa?” tanyaku sok cuek.
“kenapa kamu bersama Tae Hun anak kelas 2-4 itu!!?”
“memangnya kenapa?”
“huh! Seharusnya kamu sadar!” serunya kasar. Sepertinya ia marah.
“sadar!!??” aku mulai naik darah. Dia bilang, aku yang harus sadar!!? Apa-apaan ini!!??
“hei! Kamu mau apa sebenarnya!? Kamu mau boneka!? Kalung!? Uang!? Kamu itu pacarku!” seru Kyu Hyun.
“Aduh!” Ia menyandarkan ku dengan kasar di dinding gedung.
“lepaskan aku!” seruku. “ sebelum kamu menyuruh ku sadar, kamu harus tahu bahwa pacar mu Cuma satu!”
Aku pergi meninggalkan Kyu Hyun. Ia tidak mengejarku. Meskipun begitu, kuharap ia mengerti.
Hari-hari mulai berlalu. Sepertinya apa yang ku katakan pada Kyu Hyun tak di cernanya. Ia bahkan belum menemuiku sejak kejadian itu. Aku sampai bosan sendiri. Aku merasa harus mengakhiri semua ini. Aku sudah muak. Mungkin aku memang belum cocok dengan dia. Mungkin aku memang harus memutuskan hubunganku dengan dia. Aku tak bisa begini terus.
Sore hari, pulang sekolah. Aku sedang menunggu Tae Hun. Tadi aku menyuruhnya menemuiku disini di belakang sekolah tempat yang sama seperti waktu Kyu Hyun membawaku. Aku ingin mengakhiri permainan ini dengannya. Aku sudah membawa beberapa lembar uang bernilai besar untuk ku berikan padanya. Ini tidak masalah bagiku harus mengeluarkan uang sebanyak ini, karena ini kemauan ku sendiri, dan aku masih memiliki uang jajan lebih yang di berikan orang tuaku.
“ada apa, Ji Ah chagi..” Tae Hun baru datang.
“sudahlah. Aku ingin mengakhiri ini semua.” Ujarku. “ini bayaran untukmu.” Tae Hun mengambil uang yang aku berikan.
“tapi, kenapa kamu ingin mengakhirinya!?”Tae Hun mendekat padaku.
“aku sudah bosan.”
“lebih baik, kamu pacaran denganku.”
“maaf, aku sedang tidak ingin berpacaran sekarang.” Jawabku.
“Ji Ah..” tiba-tiba Tae Hun memegang kedua tanganku. Ia menyandarkanku di dinding seperti yang waktu itu dilakukan oleh Kyu Hyun.
“Ta…Tae Hun!!?” aku spontan kaget. Pasti ia sedang mabuk. Apa yang dilakukannya!!!???
“Ji Ah..”
“Tolong!!” aku berteriak. Tae Hun mencoba membuka seragamku.
“diam lah..!” Tae Hun terus berusaha membuka seragamku.
“Tolong!!”
“BUUAAKKKHH!” Tae Hun terjatuh pingsan. Sebuah balok terpukul tepat dikepalanya.
“Jackpot!”
Ternyata itu Kyu Hyun. Ia memegang sebuah balok kayu tebal. Ia tampak kesal. Ia menarik tanganku.
“lepaskan! Kyu Hyun!” aku meronta-meronta.
“JI AH!!!” ia berteriak. Aku terdiam. Ia tampak benar-benar marah. Pandangannya begitu serius.
“jadi, kamu lebih memilih orang seperti itu!?”
Aku memalingkan wajahku kearah lain.
“lihat aku.” Ia memegang wajahku dengan kedua tangannya. Menengadahkannya tepat bertatapan dengannya. Aku jadi takut dengan Kyu Hyun yang berbeda dan seserius seperti ini.
“aku mengerti. Baiklah. Aku akan membuang semua game-gameku. Tak akan ada lagi panggilan ‘game Kyu’ dari mu.”
Kyu Hyun berkata dengan serius. Kali ini, aku bisa percaya.
“kamu janji ?” tanyaku. Kyu Hyun memelukku dengan erat.
“asalkan kita bisa bersama lagi..” ujar Kyu Hyun. Kali ini dengan nada yang lembut berbeda dari yang sebelumnya.
“tentu saja!” seruku riang. Aku juga ikut memeluknya dengan erat.
:: 2 HARI KEMUDIAN ::
Kyu Hyun pembohong!!! Apanya yang di buang!? Tidak ada satu game pun yang ia buang. Yang ada ia malah mengajakku main PlayStation. Huh, Kyu Hyun memang tak bisa di percaya. Sekali Game Kyu akan tetap Game Kyu selamanya.
“Yeeah~! Kita menang chagi!!” seru Kyu Hyun seraya memelukku. Saking kagetnya, stik PS yang ku pegang sampai jatuh.
“iya.. kita menang..” ujar ku pura-pura ikut senang.
Ya sudahlah, yang penting ia makin menyanyangiku daripada yang dulu.
THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s