He’s An Apple

Posted: April 1, 2011 in Teenager
Tags: , ,

Author : GAA Tiffany a.k.a Kang Myung Dae

CAST:
Kim Han Mi as You

Eun Hyuk Super Junior

Dong Hae Super Junior

Jang Mi Hee as your friend

Kang Myung Dae as the fortune-teller *aku… :p
*************

“Lihat ini!” seruku. Aku menunjukkan sebuah lembaran pada seorang teman akrabku.

“Wah! Lady Kang Si peramal hebat itu ya!” ujarnya.

“betul! Dan dia kembali ke Seoul!” tambahku.

“Kesempatan bagus nih!”

“Iya! Pulang sekolah kita pergi, yuk!” ajakku.

“iya!”

“aku ingin meramal tentang kisah percintaanku seperti apa.” Ujarku.

“Tentu saja! Emang apa lagi yang penting!?”

“Iya!”

“Sreeekk!” tiba-tiba seseorang dari depan kami menarik lembaran yang kami baca.

“Eun Hyuk!!” seruku kesal. Ternyata itu Eun Hyuk si Monyet liar SMA PyonSuk ini.

“Huh! Emangnya ramalan bohongan seperti ini, lebih penting dari apapun!?”

“Huh! Cerewet!”

“Kreek!”

“Jangan!” Eun Hyuk merobek sedikit bagian tengah lembaran. Aku mencoba merebutnya.

“Eits! Kalau mau… ambil nih!!!!” dia berlari meninggalkan ku. Aku berniat mengejarnya, tapi temanku menahan.

“Han Mi! Sudahlah…”

“Mi Hee..”

“orang seperti itu tidak usah terlalu di ladeni.” Ujarnya.

“betul juga. Ya udah kalau begitu..”

Huh! Eun Hyuk pabo! Michyeo! $#!&@ !!! apa sih maunya menggangu aku terus!? Selalu saja begini sejak hari pertama masuk SMP hingga sekarang selalu menghantuiku! Dasar Monkey! Huh! Kenapa juga aku memikirkannya? Ya.. lebih baik aku memikirkan Dong Hae oppa, my prince… ah! Aku tidak sabar menemui Lady Kang.

“orang yang sungguh-sungguh menyukaimu adalah…” Lady Kang menegangkan perasaanku.

“Si.. siapa? Dong Hae oppa?” tanyaku.

“Apel!” Serunya rada teriak.

“Wa!” aku kaget. “A.. apel??”

“Ya, apel…” ujar lady Kang seraya menunjukkan sebuah apel di tangannya. Hey, dari mana apel itu? Rasanya tadi tidak ada apel…

“Tapi, siapa apel itu?”

“Menurut mu siapa?”

“Ah iya!”

Aku dan temanku keluar dari tenda Lady Kang.

“Kamu tahu siapa?” Tanya Mi Hee.

“aku Tahu. Dong Hae oppa..!” jawabku.

“benarkah? Kamu yakin?” Tanya Mi Hee.

“ya, habisnya aku tahu Dong Hae oppa hobi makan apel.” Jawabku yakin.

“Ohh..”

Hatiku berbunga-bunga. Sepertinya aku harus memulai rencana mendekati Dong Hae oppa. Aku tak akan melewatkan kesempatan ini.

Esok harinya pulang sekolah, aku sedang menunggu saat yang tepat untuk berpapasan dengan Dong Hae oppa.

“Huh! Dasar gadis takhyul!” seseorang mengejutkan ku dari belakang.

“Huh! Kamu lagi!” seruku kesal. Ternyata itu Eun Hyuk pabo the Wild Monkey of PyonSuk High School. Kenapa ia harus datang mengganggu ku disaat genting seperti ini, sih!?

“Aku sudah dengar semuanya dari Mi Hee..” ujarnya.

“Lalu kenapa??”

“Jadi, Dong Hae itu si Pangeran apel mu!?”

“Iya, lalu kenapa!?”

“Sudahlah, aku yakin dia gak bakal menyukai mu!” ujar Eun Hyuk.

“Huh! Bilang aja kalau kamu Cuma cari gara-gara!” ketusku kesal.

“Haha.. itu pasti!”

“Pergi sana!” aku mendorongnya.

“Hahahahaha~ pangeran apel.. Oh, pangeran apel.. kamu cakep banget. Kiss aku donk… Chuuu~” ejek Eun Hyuk menirukan suara perempuan.

“Huh!!

Tenanglah, Hyun Mi, the Legend Monkey udah pergi. Sekarang saatnya melanjutkan rencanamu.

“Eh, itu dia! Ayo mulai!” ujarku dalam hati.

Aku segera mejalankan rencanaku. Pertama, pura-pura lari terburu-buru.

“BUUKH!” Yes! aku berhasil bertabrakan dengan Dong Hae oppa. Kami berdua terpelanting kebelakang.

“Aduuhh~” aku meringis. Sakit sekali. Kali ini bukan parody. Sakit~

“Ah, Mianhae…” ujar Dong Hae oppa. Yes! Dia menanggapiku.
“mau kubantu?” Dong Hae oppa menawarkan tangannya. Kyaa… untuk pertama kalinya berpegangan tangan dengannya. Tangannya lembut sekali.

“kamu tidak apa-apa?” tanyanya.

“ya, terima kasih.”

“maafkan aku. Aku tidak melihatmu tadi.” Ujarnya.

“ah, tidak. Itu salahku. Aku saja yang terlalu buru-buru.” Ujarku.

Dia tersenyum. Waahh~ cakepnya… rasanya bahagia sekali melihat ia tersenyum. Inilah yang kusebut senyum pembawa kebahagiaan. Aku tak dapat menahan perasaan menggebu-gebu didadaku ini. lebih baik aku pergi.

“Ah, maaf, aku harus pergi duluan..” ujarku seraya membalikkan badanku.

“tunggu..” panggilnya. Kyaa~ aku di panggil!

“ya?”

“bisa aku tahu nama mu?”

“aku.. Kim Han Mi…” jawabku. Oppph~ upphhhh~ perasaanku makin meledak-ledak.

“aku Dong Hae..” ujarnya.

“Dong Hae-oppa, maaf..Aku duluan ya..” aku tak tahan~ aku mau pergi!!

“Tunggu!”

“Ya!?”

“Hati-hati dijalan..” ujarnya

“GLEGAARRRR~” seperti bom atom. Perasaanku seperti meledak begitu kerasnya. So sweet sekali saat ia mengatakan hati-hati di jalan. Ditambah senyum charmingnya itu. Ah, aku burned, melted 100 %
***
“Sukses?” Tanya Eun Hyuk tiba-tiba mendatangiku yang sedang menatap langit dari depan jendela gedung sekolah.

“sukses apa-an?” tanyaku sinis.

“kemarin kamu menemuinya, bukan??”

“sok tahu…”

“sudahlah. Dia gak akan menyukai mu..”

“huh! Sana pergi..”

“apel.. apel.. apel… pangeran apel.. lihat aku.. aku menyukai mu… oppa… chuu~” Eun Hyuk menirukan suara perempuan lagi. Ini sungguh membuatku kesal.

“auw~” aku mencubit telinganya.

“Monyet nakal memang harus di hukum!” seruku.

“huh! enak aja panggil aku monyet. Aku bukan monyet!” serunya.

“lalu apa? Babon? Hahahaha~”

“huh!” ketus Eun Hyuk kesal. Ia meninggalkanku. Haha.. akhirnya ia kalah juga.

“Lho? Han Mi?” tiba-tiba Dong Hae oppa ada didepanku.

“Dong Hae oppa?” aku kaget. “oppa ngapain disini?”

“tadi aku pergi menemui Yang-nim.” Ujarnya.

“ohh..”

“kamu sudah tidak apa-apa, kan?”

“tentu saja…”

“oh iya, ini..” Dong Hae oppa menyodorkan sebuah lembaran seperti pamflet.

“apa ini?”

“pentas seni nanti, kamu mau datang kekelas ku? Kelasku mengadakan café.” Ujarnya.

“mau!”

“terima kasih. Aku pergi dulu ya..” ujarnya.

Dong Hae oppa pergi. Aku menatapnya dari belakang.

“Lho?” aku melihat sebuah pulpen berwarna biru tergeletak di lantai didepanku. Kuraih pulpen itu. Disini tertulis nama Dong Hae oppa. Pasti terjatuh saat kami ngobrol tadi. Pulang sekolah aku harus mengembalikannya.
***
“pulang sekolah aku berniat menuju kekelas Dong Hae oppa. Karena agak malu, aku bersembunyi disebuah pohon menunggu Dong Hae oppa keluar dari kelas.

“Han Mi!?”

“Waa~ Dong Hae oppa!?” aku kaget. tiba-tiba Dong Hae ada didepanku.

“sedang apa disini?” tanyanya.

“begini..” aku menghampirinya. “pulpen ini..”

“ah.. itu dia. Daritadi aku mencarinya.” Ujarnya. ia mengambil pulen itu.

“mungkin tadi terjatuh saat kita ngobrol.”

“ohh.. mau melihat kelasku?” ajak Dong Hae oppa.

“boleh?”

“ayo. Kami lagi mempersiapkan kelas kami.”

Dengan agak malu, kuikuti Dong Hae oppa dari belakang menuju kelasnya.
Didalam kelas, ada beberapa temannya yang sedang mengatur kelasnya.

“karena acaranya lusa, kami tidak mau menunda lagi..”

“oohh..”

“bagaimana dengan kelas mu?”

“hhmm.. aku tidak tahu. Aku jarang berpartisipasi..”

“begitu? Sayang sekali..”

“ya..”

“ayo masuk..” ajaknya.

“ah.. tidak usah. Aku diluar saja..”

“tidak usah malu. Teman-temanku baik kok.” Ujarnya. OMG~ dia mengeluarkan senyum indahnya itu lagi.

“oppa, aku harus pergi sekarang. Aku baru ingat, aku ada les matematika hari ini..” ujarku berniat menghindar.

“benarkah? ya sudah, hati-hati..”

“PESSHH~” apa dia bilang? Hati-hati? Ia mengatakan itu padaku? Selama ini tidak pernah ada namja yang pernah berkata seperti ini padaku kecuali appa. Dan yang mengucapkannya sekarang adalah Dong Hae oppa!! Han Mi.. beruntungnya dirimu. Dia sudah mengatakannya dua kali. DUA KALI!!

aku keluar dari gerbang sekolah. Tiba-tiba datang Eun Hyuk lagi. Huh, mau apa dia?

“Huh~” cetusku kesal.

“aku mau kamu menjauh dari Dong Hae oppa.” Ujarnya. huh, dia pikir siapa dia? Tiba-tiba mendiktator seperti itu.

“memangnya kenapa?”

“pokoknya menjauh darinya!” kali ini Eun Hyuk berkata dengan tampang serius. Aku bingung. Kenapa tiba-tiba ia jadi seperti ini.

“kalau aku tidak mau, memangnya kenapa!!?” aku menghindar. Meninggalkan dia. Tiba-tiba ia memegang tanganku.

“lepaskan aku.” Aku melepas tangannya dan berlari sekencang-kencangnya meninggalkan dia.

Huh, tuh anak makin lama makin gak beres. Ada apa sih? Aku bingung dengan perubahan sikapnya itu.
***

“Oh. Itu….” Ujar Mi Hee temanku. “Dia pasti menyukai mu.”

“apa? Tidak mungkin.” Ujarku. Tidak mungkin Eun Hyuk monkey itu menyukai ku. Yang ada, aku malah di jadikan mainan.

“coba kamu pikir, untuk apa selama ini ia mengganggu kamu? Seusil apapun seorang namja, dia tidak akan mengusili seseorang sampai selama ini kecuali Karena menyukainya.” Jelas Mi Hee.

“Mi Hee!” ketus ku kesal.

“lalu..” sambung Mi Hee lagi. “untuk apa ia memintamu untuk jauh-jauh dari Dong Hae oppa? Untuk apa ia menahan tanganmu kema…”

“Stop! Stop! Aku tidak mau dengar lagi!!” potongku. Aku menutup kedua kupingku.

“Han Mi.. Han Mi.. kenapa sih, kamu tidak mau menerima kenyataan?”

“Mi Hee! Itu bukan kenyataan… bukan!” seruku. Aku pergi keluar kelas meninggalkan dia.

“BUUKK!” tiba-tiba aku menabrak seseorang.

“Eun Hyuk!?” ternyata itu Eun Hyuk. Huh! kenapa sih, hidupku selalu sial seperti ini.

“Han Mi!” panggil Eun Hyuk. Aku segera meninggalkan dia. Mencari tempat persembunyian yang aman. Aku bersembunyi di gudang. Setidaknya sampai bel masukan, aku bisa aman disini.

“Fuu~ Fuu~ Fuu~”

Hmm, kurasa sekarang sudah masukan.

“Kreek.. Kreek..” aku mencoba membuka pintu. Kenapa tidak terbuka? Apa aku terkunci!!??

“Huwaaaaa~” bagaimana ini? aku tidak mau di makan tikus di sini. Tuhan~ tolong akuuuu!!!

Eh? Itu ada jendela. Apa bisa terbuka?

“Krrekk~ Krrekk~”ahh~ terkunci…

“Lho? Sudah pulang sekolah ya? Hei yang disanaaa!!!” teriakku.

“Tolong aku!!!” teriakku lagi.

“Ceklek.” Aku mendengar pintu di buka. Ahh~ syukurlah.. aku bisa bebas sekarang.

“Dong Hae, pintunya keras nih!” seseorang berbicara dari luar. Apa? Dong Hae? Dong Hae oppa?

“Siapa sih, yang menguncinya!?” seseorang mengeluh.

“Brruukk!” pintu di buka paksa.

“Gyaaa!” aku kaget.

“Lho? Han Mi?” Dong Hae kaget. Ia datang bersama 2 orang temannya. “Kenapa kamu disini?”

“Ah.. Eh..” Han Mi Pabo! Pabo! Pabo!

“Jangan bilang kamu terkunci disini?” ujar Dong Hae oppa lagi.

Aku mengangguk.

“Wah, kamu kok bisa terkunci disini?” Tanya temannya yang lain.

“Sudah, yang penting kamu sudah aman.” Ujar Dong Hae oppa.

“Terima kasih.” Ujarku. Aku segera keluar.

Huh! ini semua gara-gara Eun Hyuk. Eun Hyuk pabo!
***
Di kamarku, aku terus berpikir. Apa yang dikatakan Mi Hee itu betul? Ah, tidak mungkin! Aku tidak percaya! Tapi, betul juga, kenapa Eun Hyuk tak pernah berhenti menggangguku? Ah! Han Mi! kenapa kamu memikirkan Eun Hyuk terus!? Dia yang telah membuatmu terkunci! Ia yang telah membuat mu malu didepan Dong Hae oppa tadi siang!

Ah~ pikiranku campur aduk. Aku jadi bingung dengan semua ini.

Hari Pentas Seni pun tiba. Semua kelas ikut berpartisipasi. Aku jadi teringat dengan Lady Kang. Aku harus mendapatkan cintaku. Dong Hae oppa. Hari ini kuputuskan akan kunyatakan perasaanku padanya. Kuputuskan akan kukatakan saat Pentas seni berakhir saat murid-murid mulai pulang.

Aku dan Mi Hee menikmati setiap acara yang disediakan setiap kelas. Tak terasa berjam-jam kami lewati dan hampir saatnya aku menemui Dong Hae oppa.

“semoga sukses, Han Mi!” ujar Mi Hee.

“Kamu sudah mau pulang?” tanyaku.

“iya, mau apa lagi disini? acara sudah berakhir.” Jawabnya.

“tapi, aku grogi…” ujarku.

“Han Mi, Hwaiting!” Mi Hee meninggalkanku.

“Mi Hee!” ah~ Mi Hee.. aku agak takut nihh…

Ah!! Sudah saatnya aku berjuang sendiri. Ku harap ia belum pulang.

Aku segera menuju kelasnya. Kulihat ia dan beberapa teman laki-lakinya sedang sibuk beres-beres. Ku putuskan untuk menunggu di balik kelas, di bawah jendelanya.

“HOOOAAAMM~” aku menguap. APA? Aku tertidur!!???????? Ah~ Han Mi Paboooo!

Aku segera melihat ke kelas Dong Hae. Ah, ternyata Dong Hae oppa baru mau pulang. Ia baru saja keluar kelas. Lebih baik, aku mengejarnya sekarang.

“Dong Hae oppa, tunggu!” seruku dalam hati. Aku mengejar Dong Hae oppa diam-diam sampai kedepan gerbang.

“eehh!??” aku kaget. Dong Hae oppa menemui seorang gadis. Gadis itu sepertinya murid disini karena memakai seragam yang sama sepertiku.

Dari kejauhan kulihat Dong Hae oppa berbicara sebentar dengannya. Lalu…

“Waaa!!!??” Dong Hae oppa merangkul pinggangnya!?

Aku terdiam. Jangan bilang kalau Dong Hae oppa sudah punya pacar? Huh.. sudah jelas. Orang secakep Dong Hae oppa pasti sudah punya pacar. Sepertinya aku terlalu berharap.

“Makanya, kubilang kamu pasti tak akan mendapatkan dia..” aku mendengar seseorang berkata dari belakang. Aku kenal suara ini. ini…

“Eun Hyuk!?” aku kesal. “Mau apa lagi kamu?” aku menghindar darinya.

“Han Mi! Tunggu!” serunya. Aku berhenti. Menoleh padanya.

“Aku menyukai mu.” Ujar Eun Hyuk tiba-tiba.

Huh! apa-apaan ini maksudnya!?

“Ku mohon, kamu tidak usah menjahili aku lagi. Aku sudah capek.” Ujarku.

“aku serius!” serunya.

“sejak kapan kamu serius!? Kamu hanya bisa menjahiliku. Dan aku sudah bosan!!” seruku.

“Han Mi! Tunggu! Aku serius! Dengarkan aku!” seru Eun Hyuk.

Aku berlari meninggalkannya. Dia mengejarku. Dia berhasil menahan tanganku.

“Lepaskan!” seruku mencoba melepas.

“aku tidak main-main. Ini kenyataann!!”

“bagaimana aku bisa menganggap ini kenyataan! Kamu selalu menjahiliku. Sekarang, tiba-tiba kamu bilang kamu menyukai ku. Aku jadi bingung!” seruku. Tak sadar air maaku menetes.

“Maafkan aku selama ini. ini semua kulakukan supaya kamu tidak diambil orang lain. Aku sudah menyukaimu seja dulu. dan ini caraku untuk mempertahankanmu!”

“Pabo! Kenapa tidak dari dulu kamu bilang!? Kenapa harus dengan cara seperti ini!?”

“maafkan aku..”

“Lepas!” aku melepaskan tanganku yang di tahan Eun Hyuk. Berlari meninggalkan dia.

Bodoh! Kenapa harus ada acara menangis seperti ini!? kenapa aku harus menangis terhadapnya?
***

3 hari aku bolos sekolah. Ini semua karena aku ingin menghindar darinya.

“Han Mi? sudah masuk lagi?” ujar Mi Hee.

“Aku di marahi ibuku, bolos terlalu lama.”

“hihi.. kamu tahu?”

“kenapa?” tanyaku.

“Eun Hyuk terus mencarimu selama 3 hari ini. ia tampak serius. Memangnya ada apa diantara kalian?” Tanya Mi Hee.

“Tidak ada.” Jawabku.

“Han Mi, aku ingat, waktu kita kelas 6 SD..” ujar Mi Hee.

“Kenapa?”

“Waktu itu, karena kamu tidak suka apel, apel yang kamu bawa dari rumah untuk bekal, kamu berikan pada seorang namja yang sedang bermain dengan teman-temannya.” Jelasnya.

“Lalu?”

“Namja itu adalah Eun Hyuk.” Ujar Mi Hee.

“Eun Hyuk?” aku kaget.

“Ya, karena itu, ia sampai di ejek Apel oleh teman-temannya.” Mi Hee tertawa kecil.

“benarkah?”

“ya, dan aku rasa, itu penyebab ia menyukaimu. Dan karena ia malu diketahui teman-temannya, ia sengaja menjahilimu.”

“Mi Hee.. kenapa tidak bilang dari dulu?” seruku.

“bukannya tidak bilang, tapi kamu yang menutup telinga mu waktu itu!” tegas Mi Hee.

“Hehehe~ lalu… bagaimana ini?”

“bagaimana? Aku tahu, kamu juga menyukainya. Temui dia. Sekarang saatnya kamu yang jujur..”

“Mi Hee.. kamu benar-benar teman terbaikku! Saranghae!” aku segera berlari keluar.

“Hei! Katakan itu padanya bukan padaku!” seru Han Mi.

Aku berlari. Menuju kelas Eun Hyuk. Ketika sampai didepan kelas aku melihat Eun Hyuk. Ia sadar aku ada didepan kelasnya. Ia keluar.

Hati ku deg-degan. Aku tak pernah bertindak seperti ini sebelumnya. Eun Hyuk datang. kami terdiam.

“mungkin lebih baik kalau bicara di luar.” Ujar ku duluan.

Eun Hyuk menuju keluar gedung diikuti aku. Kami menuju ke belakang gedung agar tak terlihat orang-orang.

“ada apa?” tanyanya.

“a…aku mau bilang.. aku me..” belum sempat ku lanjutkan kata-kataku tiba-tiba Eun Hyuk memelukku. Aku kaget.

“kamu mau bilang kalau kamu juga menyukaiku?” tanyanya. Aku malu. Dia sudah tahu apa yang akan kukatakan.

“Ne..” ujarku. “dan maafkan aku yang sudah membentakmu kemarin!!” napasku terengah-engah.

“kalau begitu, cium aku!” ujarnya.

“ci.. um?” tanyaku. “dipipi?”

“bukan. Disini..” ia menunjuk bibirnya. Aku kaget.

“di situ?”

“iya, dimana lagi? Di ketiak?”

“huh!”

“ayo.. “

Terpaksa aku harus menciumnya. Entah mengapa aku mau menurutinya. Ah, pabo..

Aku mulai mendekatkan wajahku. Karena ia agak tinggi, aku harus berjinjit.

Semakin dekat.. semakin dekat..

“Chuu!” tiba-tiba Eun Hyuk langsung bergerak menciumku.

“Jepreet” aku seperti mendengar suara jepretan foto. Aku menoleh.

“Eun Hyuk!!!!!” teriakku kesal. Ternyata ia memfoto adegan ini dengan hapenya.

“Haha! Kamu tak akan bisa lari dari aku lagi!!!” ujarnya. aku mencoba merebut hapenya tapi dia menghindar dengan lincah seperti biasa.

“Eun Hyuk! Cepat di hapus!!!” seruku. Aku mengejar dia yang sudah berlari duluan meninggalkan aku.

:: THE END ::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s