[oneshoot] The School

Posted: April 1, 2011 in general
Tags: ,

Author : Tiffany Elfuty Armstrong a.k.a Kang Myung Dae
Title : The School
Category : General , Ficlet
Genre : Horror, Mistery
Cast :
Kim Si Hyuk as You
Other cast :
Lee Dong Hae Super Junior as Dong Hae

Aku bangun dari tidur siangku. Aku sedang berada dikamarku. Di atas ranjangku. Aku mencari-cari hapeku tapi tidak ketemu. Kubongkar seluruh isi kamar, seluruh isi rumah tapi tetap tidak ada. Aku sampai dimarahi eomma. Sepertinya hapeku ketinggalan di sekolah. Aku harus mengambilnya sekarang. Sepertinya ketinggalan saat rapat pengurus tadi siang. Aku melirik jam dinding. Ternyata ini sudah jam 6.10 sore. Bagaimana ini? Aku harus mengambilnya!atau tidak bisa diambil orang! No! itu hape belinya pake uang tabunganku!!
“Eomma! Aku pergi dulu ya!” seruku.
“kemana nak?” Tanya eomma ku.
“ke sekolah!” seruku.
“Tunggu! Si Hyuk!” panggil eommaku.
“Aduh! Mian eomma! Aku buru-buru!” seruku. Segera ku gas motor matic ku. Meluncur ke sekolah yang tidak jauh dari rumahku. Tidak jauh kalau naik motor maksudku.
Aku masuk ke gerbang sekolah. Untung saja masih terbuka. Sepertinya penjaga sekolah belum pulang.
Aku segera memarkir motorku di parkiran. Segera berlari menuju ke ruang rapat tadi di kelas anak bahasa. Lampu-lampu belum dinyalakan sehingga gedung agak gelap dan terasa sedikit menakutkan. Tapi, sudahlah! Dari pada hapeku harus diambil anak-anak kelas bahasa yang usil itu!
Pintu kelas sudah terkunci. Kutarik-tarik gagang pintu tapi tak mau terbuka. Aku menarik-narik jendela, berharap ada jendela yang masih terbuka.
“Ah! Sial!” semuanya sudah di kunci.
“Si Hyuk!?” seseorang memanggilku. Aku memutar kepalaku.
“Dong Hae? Kamu belum pulang?” tanyaku. Dong Hae masih memakai seragam.
“Ne, aku les.” Jawabnya.
“Les? Sampai jam segini?” tanyaku. Yang aku tahu les tidak selama ini. Karena aku juga les Kimia di sekolah.
“tidak. Aku habis ngobrol dengan temanku, Eun Hyuk tadi. Dia sudah pulang.”
“oh, Eun Hyuk anak kelas sosial itu ya?”
“iya. Sekelas dengan ku.” Tambah Dong Hae.
“Iya.. iya..” aku mengangguk.
“hmm.. kamu ngapain disini?” Tanya Dong Hae.
“Begini.. hapeku sepertinya ketinggalan didalam..” ungkapku.
“kok bisa? Mau kubantu?” tawarnya.
“ya, tentu saja. Semua jendela tertutup. Pintunya juga.” Jelasku.
“oh ya? Nih kebuka.” Dong Hae memegang pintu jendela yang sudah terbuka.
“Lho?” aku kaget juga bingung. Yang aku tahu ini terkunci. “Kok.. bisa?”
“jadi, bagaimana? Kamu mau masuk?” Tanya Dong Hae.
“Ya, kamu tolong jaga pintu jendela ini ya.. nanti tertutup.”
“tentu..” Dong Hae tersenyum.
Aku masuk kedalam ruang rapat. Suasana sangat mencekam. Tak ada lampu. Kursi-kursi dan meja-meja yang menakutkan serasa ada yang menduduki.. hiasan di langit-langit ruangan yang berayun-ayun serasa ada yang menggerakkan. Glek! Aku jadi ingat cerita temanku.
Beberapa tahun lalu, seorang murid perempuan yang juga sedang mengambil barangnya yang ketinggalan di ruangan ini, esoknya di temukan tewas dengan mulut berbusa tanpa sebab. Ia di temukan tewas di jendela. Sepertinya ia masuk lewat jendela dan akan keluar lewat jendela itu juga, namun.. Aaahhhh, kenapa pas banget seperti aku!!??
Ah, sudahlah. Ngomong-ngomong, meja ku tadi dimana ya? Oh iya.. di sudut. Aku merogoh laci yang gelap dan menakutkan dengan gemetaran. Pikiranku mulai mengkhayalkan akan ada sebuah tangan menarik tanganku.
“GYAAAAA!!”
Dan begitulah suara yang akan kukeluarkan.
“GYAAAA!!”
Aku menarik tanganku dari laci. Ketika aku meraba laci,aku menemukan hapeku, tapi ketika menariknya, aku ditarik oleh sesuatu yang agak kasar, seperti sebuah tangan. Aku segera berlari kejendela. Aku merasa sebuah bayangan gelap mengear-ngejar aku. Jantungku makin kencang memompa. Aku segera menemui Dong Hae yang masih di luar didepan jendela. Aku segera naik dengan meja untuk keluar lewat jendela.
“kenapa?” Tanya Dong Hae.
“uh.. ah..” aku ngos-ngosan. “aku merasa tadi seperti ada yang..”
Aku merasa ada sebuah tangan di pundak ku. Aku mecoba memegangnya. Terasa seperti sebuah tangan manula yang kasar dan berkeriput. aku memutar kepalaku pelan-pelan.
“GYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”
Hantu berambut panjang dan berbaju putih tepat di belakang ku. Dalam jarak yang snagat dekat. Aku memandang kedepan untuk berlindung pada Dong Hae. Tapi, ternyata Dong Hae sudah tidak ada.
Aku sangat sangat ketakutan. Aku sendiri disini bersamah hantu-hantu ini. Kenapa sekolahku snediri bisa menakutkan begini!??
Tiba-tiba saat aku memandang, seluruh sekolah tampak sangat using, tua, gelap, hita, seperti telah dibiarkan bertahun-tahun.
Aku segera berlari. Menuju ke tempat parkir. Di tempat parker terlihat banyak sekali hantu yang tidak jelas bentuknya. Aku menangis. Ilusi macam apa ini!? Kenapa sekolahku seperti ini!? Eomma tolong aku!
Aku berlari menuju gerbang. Ternyata motor sudah ada didekat gerbang. Tanpa ragu-ragu, ku rogoh kunci motor di kantong dan tarik gas. Aku memandang kebelakang. Tampak banyak sekali yang mengejarku. Aku mencoba menarik gas lebih kencang. Tapi, gerbang terasa sangat jauh. Tapi, tetap ku gas motor matic ku sekuat tenaga.
Pintu gerbang sudah dekat. Tiba-tiba mulai tertutup sendiri. Kugas motorku sekuat tenaga. Dalam ruang batas yang sempit aku berhasil keluar dari sekolahku. Segera ku gas motor ku sekencangnya menuju rumahku. hari sudah malam. Aku tak percaya apa yang kualami ini.
Sesampainya dirumah, aku segera memeluk eomma ku.
“eomma!” seruku sambil terisak-isak. “sekolahku…”
“Si Hyuk. Kamu belum tahu…?”
“kenapa Eomma?” tanyaku bingung. eommaku bangkit berdiri. Ia menyerahkanku sebuah Koran yang diambilnya dari atas meja.
“KEANEHAN TERBESAR SMA PYONSEUK! MURID-MURID MULAI MENGHILANG”
Kubaca berita utama Koran harian minggu lalu ini. murid-murid ditemukan tewas satu persatu dengan alas an yang tidak jelas. Semua mayat selalu di temukan di ruang rapat SMA PyoSeuk. Murid-murid yang lain merasa takut dan mulai pindah. Sekolah mengalami kerugian dan sekolah di tinggalkan begitu saja. Berita terbaru, seorang siswi ditemukan di ruang rapat sudah sekarat, Kim Si Hyuk.
“A.. apa!?” aku tercengang.
“makanya..” ujar ibuku.
“eomma.. aku lupa dengan kejadian ini..” aku memeluk eommaku.

“sudah nak… pemakaman mu sudah diurus..”
THE END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s